<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Kecil Waldy</title>
	<atom:link href="http://waldyagastya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://waldyagastya.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Dec 2008 05:30:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='waldyagastya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Catatan Kecil Waldy</title>
		<link>http://waldyagastya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://waldyagastya.wordpress.com/osd.xml" title="Catatan Kecil Waldy" />
	<atom:link rel='hub' href='http://waldyagastya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Empati by Andy F. Noya</title>
		<link>http://waldyagastya.wordpress.com/2008/12/11/empati-by-andy-f-noya/</link>
		<comments>http://waldyagastya.wordpress.com/2008/12/11/empati-by-andy-f-noya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 05:30:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wagast</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kata-kata]]></category>
		<category><![CDATA[andy F noya]]></category>
		<category><![CDATA[empati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waldyagastya.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[EMPATI by Andy F. Noya Suatu malam, sepulang kerja, saya mampir di sebuah restoran cepat saji di kawasan Bintaro. Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah berkemas. Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat wajah saya yang memelas karena lapar, salah seorang dari mereka memberi aba- aba untuk tetap melayani. Padahal, jika mau, bisa saja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waldyagastya.wordpress.com&amp;blog=5804870&amp;post=20&amp;subd=waldyagastya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>EMPATI<br />
by Andy F. Noya</p>
<p>Suatu malam, sepulang kerja, saya mampir di sebuah restoran cepat<br />
saji di kawasan Bintaro. Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan<br />
sudah berkemas. Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat wajah<br />
saya yang memelas karena lapar, salah seorang dari mereka memberi aba-<br />
aba untuk tetap melayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka menolak.<br />
Sembari makan saya mulai mengamati kegiatan para pelayan restoran.<br />
Ada yang menghitung uang, mengemas peralatan masak, mengepel lantai<br />
dan ada pula yang membersihkan dan merapikan meja-meja yang berantakan.</p>
<p>Saya membayangkan rutinitas kehidupan mereka seperti itu dari hari ke<br />
hari. Selama ini hal tersebut luput dari perhatian saya. Jujur saja,<br />
jika menemani anak-anak makan di restoran cepat saji seperti ini,<br />
saya tidak terlalu hirau akan keberadaan mereka. Seakan mereka antara<br />
ada dan tiada. Mereka ada jika saya membutuhkan bantuan dan mereka<br />
serasa tiada jika saya terlalu asyik menyantap makanan.</p>
<p>Namun malam itu saya bisa melihat sesuatu yang selama ini seakan tak<br />
terlihat. Saya melihat bagaimana pelayan restoran itu membersihkan<br />
sisa-sisa makanan di atas meja. Pemandangan yang sebenarnya biasa-<br />
biasa saja. Tetapi, mungkin karena malam itu mata hati saya yang<br />
melihat, pemandangan tersebut menjadi istimewa.</p>
<p>Melihat tumpukan sisa makan di atas salah satu meja yang sedang<br />
dibersihkan, saya bertanya-tanya dalam hati: siapa sebenarnya yang<br />
baru saja bersantap di meja itu? Kalau dilihat dari sisa-sisa makanan<br />
yang berserakan, tampaknya rombongan yang cukup besar. Tetapi yang<br />
menarik perhatian saya adalah bagaimana rombongan itu meninggalkan<br />
sampah bekas makanan.</p>
<p>Sungguh pemandangan yang menjijikan. Tulang-tulang ayam berserakan di<br />
atas meja. Padahal ada kotak-kotak karton yang bisa dijadikan tempat<br />
sampah. Nasi di sana-sini. Belum lagi di bawah kolong meja juga kotor<br />
oleh tumpahan remah-remah. Mungkin rombongan itu membawa anak-anak.</p>
<p>Meja tersebut bagaikan ladang pembantaian. Tulang belulang<br />
berserakan. Saya tidak habis pikir bagaimana mereka begitu tega<br />
meninggalkan sampah berserakan seperti itu. Tak terpikir oleh mereka<br />
betapa sisa-sisa makanan yang menjijikan itu harus dibersihkan oleh<br />
seseorang, walau dia seorang pelayan sekalipun.</p>
<p>Sejak malam itu saya mengambil keputusan untuk membuang sendiri sisa<br />
makanan jika bersantap di restoran semacam itu. Saya juga meminta<br />
anak-anak melakukan hal yang sama. Awalnya tidak mudah. Sebelum ini<br />
saya juga pernah melakukannya. Tetapi perbuatan saya itu justru<br />
menjadi bahan tertawaan teman-teman. Saya dibilang sok kebarat-<br />
baratan. Sok menunjukkan pernah ke luar negeri. Sebab di banyak<br />
negara, terutama di Eropa dan Amerika, sudah jamak pelanggan membuang<br />
sendiri sisa makanan ke tong sampah. Pelayan terbatas karena tenaga<br />
kerja mahal.</p>
<p>Sebenarnya tidak terlalu sulit membersihkan sisa-sisa makanan kita.<br />
Tinggal meringkas lalu membuangnya di tempat sampah. Cuma butuh<br />
beberapa menit. Sebuah perbuatan kecil. Tetapi jika semua orang<br />
melakukannya, artinya akan besar sekali bagi para pelayan restoran.</p>
<p>Saya pernah membaca sebuah buku tentang perbuatan kecil yang punya<br />
arti besar. Termasuk kisah seorang bapak yang mengajak anaknya untuk<br />
membersihkan sampah di sebuah tanah kosong di kompleks rumah mereka.<br />
Karena setiap hari warga kompleks melihat sang bapak dan anaknya<br />
membersihkan sampah di situ, lama-lama mereka malu hati untuk<br />
membuang sampah di situ.</p>
<p>Belakangan seluruh warga bahkan tergerak untuk mengikuti jejak sang<br />
bapak itu dan ujung-ujungnya lingkungan perumahan menjadi bersih dan<br />
sehat. Padahal tidak ada satu kata pun dari bapak tersebut. Tidak ada<br />
slogan, umbul-umbul, apalagi spanduk atau baliho. Dia hanya<br />
memberikan keteladanan. Keteladanan kecil yang berdampak besar.</p>
<p>Saya juga pernah membaca cerita tentang kekuatan senyum. Jika saja<br />
setiap orang memberi senyum kepada paling sedikit satu orang yang<br />
dijumpainya hari itu, maka dampaknya akan luar biasa. Orang yang<br />
mendapat senyum akan merasa bahagia. Dia lalu akan tersenyum pada<br />
orang lain yang dijumpainya. Begitu seterusnya, sehingga senyum tadi<br />
meluas kepada banyak orang. Padahal asal mulanya hanya dari satu<br />
orang yang tersenyum.</p>
<p>Terilhami oleh sebuah cerita di sebuah buku &#8220;Chicken Soup&#8221;, saya<br />
kerap membayar karcis tol bagi mobil di belakang saya. Tidak perduli<br />
siapa di belakang. Sebab dari cerita di buku itu, orang di belakang<br />
saya pasti akan merasa mendapat kejutan. Kejutan yang menyenangkan.<br />
Jika hari itu dia bahagia, maka harinya yang indah akan membuat dia<br />
menyebarkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang yang dia<br />
temui hari itu. Saya berharap virus itu dapat menyebar ke banyak orang.</p>
<p>Bayangkan jika Anda memberi pujian yang tulus bagi minimal satu orang<br />
setiap hari. Pujian itu akan memberi efek berantai ketika orang yang<br />
Anda puji merasa bahagia dan menularkan virus kebahagiaan tersebut<br />
kepada orang-orang di sekitarnya.</p>
<p>Anak saya yang di SD selalu mengingatkan jika saya lupa mengucapkan<br />
kata &#8220;terima kasih&#8221; saat petugas jalan tol memberikan karcis dan uang<br />
kembalian. Menurut dia, kata &#8220;terima kasih&#8221; merupakan &#8220;magic words&#8221;<br />
yang akan membuat orang lain senang. Begitu juga kata &#8220;tolong&#8221; ketika<br />
kita meminta bantuan orang lain, misalnya pembantu rumah tangga kita.</p>
<p>Dulu saya sering marah jika ada angkutan umum, misalnya bus,<br />
mikrolet, bajaj, atau angkot seenaknya menyerobot mobil saya. Sampai<br />
suatu hari istri saya mengingatkan bahwa saya harus berempati pada<br />
mereka. Para supir kendaraan umum itu harus berjuang untuk mengejar<br />
setoran. &#8220;Sementara kamu kan tidak mengejar setoran?&#8221; Nasihat itu<br />
diperoleh istri saya dari sebuah tulisan almarhum Romo Mangunwijaya.<br />
Sejak saat itu, jika ada kendaraan umum yang menyerobot seenak<br />
udelnya, saya segera teringat nasihat istri tersebut.</p>
<p>Saya membayangkan, alangkah indahnya hidup kita jika kita dapat<br />
membuat orang lain bahagia. Alangkah menyenangkannya jika kita bisa<br />
berempati pada perasaan orang lain. Betapa bahagianya jika kita<br />
menyadari dengan membuang sisa makanan kita di restoran cepat saji,<br />
kita sudah meringankan pekerjaan pelayan restoran.</p>
<p>Begitu juga dengan tidak membuang karcis tol begitu saja setelah<br />
membayar, kita sudah meringankan beban petugas kebersihan. Dengan<br />
tidak membuang permen karet sembarangan, kita sudah menghindari orang<br />
dari perasaan kesal karena sepatu atau celananya lengket kena permen<br />
karet.</p>
<p>Kita sering mengaku bangsa yang berbudaya tinggi tetapi berapa banyak<br />
di antara kita yang ketika berada di tempat-tempat publik, ketika<br />
membuka pintu, menahannya sebentar dan menoleh kebelakang untuk<br />
berjaga-jaga apakah ada orang lain di belakang kita? Saya pribadi<br />
sering melihat orang yang membuka pintu lalu melepaskannya begitu<br />
saja tanpa perduli orang di belakangnya terbentur oleh pintu tersebut.</p>
<p>Jika kita mau, banyak hal kecil bisa kita lakukan. Hal yang tidak<br />
memberatkan kita tetapi besar artinya bagi orang lain. Mulailah dari<br />
hal-hal kecil-kecil. Mulailah dari diri Anda lebih dulu. Mulailah<br />
sekarang juga.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waldyagastya.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waldyagastya.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waldyagastya.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waldyagastya.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/waldyagastya.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/waldyagastya.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/waldyagastya.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/waldyagastya.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waldyagastya.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waldyagastya.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waldyagastya.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waldyagastya.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waldyagastya.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waldyagastya.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waldyagastya.wordpress.com&amp;blog=5804870&amp;post=20&amp;subd=waldyagastya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waldyagastya.wordpress.com/2008/12/11/empati-by-andy-f-noya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10935f4cd9a7a021eae43409157d32ae?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">wagast</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pulau Weh, Sabang (NAD)</title>
		<link>http://waldyagastya.wordpress.com/2008/12/10/pulau-weh-sabang-nad/</link>
		<comments>http://waldyagastya.wordpress.com/2008/12/10/pulau-weh-sabang-nad/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 15:58:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wagast</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islands]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[NAD]]></category>
		<category><![CDATA[pulau weh]]></category>
		<category><![CDATA[sabang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waldyagastya.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[http://kepulauan.inet.web.id/sabang/<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waldyagastya.wordpress.com&amp;blog=5804870&amp;post=15&amp;subd=waldyagastya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-16" title="weh island, sabang, NAD" src="http://waldyagastya.files.wordpress.com/2008/12/pulauwehmap.jpg?w=288&#038;h=300" alt="weh island, sabang, NAD" width="288" height="300" /> <strong><span style="text-decoration:underline;">Pulau Weh, Sabang (NAD)</span></strong></p>
<p>Pulau Weh (Weh Island) yang terletak di utara pulau sumatera, tepatnya berada pada utara provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan berada pada teritori Indonesia.</p>
<p>Pulau weh mempunyai luas areal <span style="text-decoration:underline;">+</span> 4.000 km dari barat ke timur, yang menjadi pulau ini sangat indah dikarenakan konstruksi pulau dari bebatuan, hingga landmarknya yang khas dan akan terbuai mata memandang, lereng, pantainya hingga penduduknya yang ramah membuat siapa saja yang singgah betah.</p>
<p>Pulau weh dikelilingi oleh beberapa pulau-pulau kecil seperti rondo, klah, rubiah, seulako yang bersama mengkover populasi <span style="text-decoration:underline;">+</span> 154 km2 yang semuanya terkonsentrasi di pulau weh.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waldyagastya.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waldyagastya.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waldyagastya.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waldyagastya.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/waldyagastya.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/waldyagastya.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/waldyagastya.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/waldyagastya.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waldyagastya.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waldyagastya.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waldyagastya.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waldyagastya.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waldyagastya.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waldyagastya.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waldyagastya.wordpress.com&amp;blog=5804870&amp;post=15&amp;subd=waldyagastya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waldyagastya.wordpress.com/2008/12/10/pulau-weh-sabang-nad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10935f4cd9a7a021eae43409157d32ae?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">wagast</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://waldyagastya.files.wordpress.com/2008/12/pulauwehmap.jpg?w=288" medium="image">
			<media:title type="html">weh island, sabang, NAD</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kepulauan Raja Ampat (Papua barat)</title>
		<link>http://waldyagastya.wordpress.com/2008/12/10/kepulauan-raja-ampat-papua-barat/</link>
		<comments>http://waldyagastya.wordpress.com/2008/12/10/kepulauan-raja-ampat-papua-barat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 15:11:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wagast</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islands]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[papua]]></category>
		<category><![CDATA[raja ampat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waldyagastya.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[pemerintah kabupaten Kepulauan Raja Ampat (Papua Barat)<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waldyagastya.wordpress.com&amp;blog=5804870&amp;post=3&amp;subd=waldyagastya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-4" title="Kepulauan Raja Ampat (Papua Barat)" src="http://waldyagastya.files.wordpress.com/2008/12/karta_id_rajaampat_isl.png?w=225&#038;h=300" alt="Kepulauan Raja Ampat (Papua Barat)" width="225" height="300" /></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Kepulauan Raja Ampat</span></strong></p>
<p>Kepulauan raja ampat yang terletak pada provinsi papua barat merupakan, tepatnya di bagian barat laut dari pulau papua yang memiliki luas areal daratan dan lautan mencapai 9,8 juta acre. Dengan melihat posisinya di kawasan segitiga terumbu karang yang tepat pada pusat keragaman terumbu karang dunia, maka laut pada kawasan kepulauan raja ampat diindikasikan sebagai kawasan yang paling kaya keragaman hayatinya di dunia.</p>
<p>Kumpulan terumbu karang yang luas dan kaya ini membuktikan bahwa terumbu karang di kepulauan ini dapat bertahan terhadap ancaman-ancaman seperti pemutihan karang dan penyakit, ada dua jenis ancaman yang kini sangat membahayakan kelangsungan hidup terumbu karang diseluruh dunia, kuatnya arus samura di raja ampat memegang peran penting dalam menyebar larva karang dan ikan melewati samudra hindia dan pasifik ke ekosistem karang lainnya. Kemampuan tersebut didukung oleh keragaman dan tingkat ketahanannya menjadikannya sebagai kawasan yang memiliki prioritas utama untuk dilindungi.</p>
<p>Pada tahun 2002, The Nature Conservancy (TNC) dan para mitra lainnya mengadakan suatu penelitian ilmiah untuk memperoleh data dan informasi tentang ekosistem laut, daerah bakau dan hutan Kepulauan Raja Ampat. Survei ini menunjukkan bahwa terdapat sejumlah 537 jenis karang, yang sungguh menakjubkan karena mewakili sekitar 75% jenis karang yang ada di dunia. Ditemukan pula 828 jenis ikan dan diperkirakan jumlah keseluruhan jenis ikan di daerah ini 1.074. Di darat, penelitian ini menemukan berbagai tumbuhan hutan, tumbuhan endemik dan jarang, tumbuhan di batuan kapur serta pantai peneluran ribuan penyu.Kegiatan manusia di kepulauan ini belum memperlihatkan dampak negatif yang berarti dibandingkan dengan kawasan terumbu karang di tempat lainnya di Indonesia, namun ancaman-ancaman karena praktek-praktek yang tidak ramah lingkungan seperti penggunaan bom, racun (sianida), pengambilan telur penyu dan penebangan hutan yang tidak memperhatikan aspek-aspek kelestarian diperkirakan akan mengganggu keutuhan ekosistem yang ada. Pemerintah Indonesia baru saja menetapkan kawasan Raja Ampat sebagai kabupaten baru yang mandiri, yang merupakan kesempatan besar bagi masyarakat setempat untuk mengelola sumberdaya alam Raja Ampat untuk masa depan kehidupan mereka. Pemerintahan baru ini juga menawarkan peluang untuk turut mempertimbangkan aspek pelestarian alam dalam perencanaan tata ruang kabupaten baru.</p>
<p>Raja Ampat tersusun atas empat pulau besar, yaitu Waigeo, Batanta, Salawati dan Misool serta ratusan pulau kecil. Kepulauan ini merupakan bagian dari bentangan laut daerah Kepala Burung yang termasuk pula kawasan Teluk Cenderawasih, yaitu taman nasional laut terbesar di Indonesia. Kekayaan bumi cendrawasih yang begitu potensi besar harus kita pelihara.  Semoga kekayaan bangsa ini lebih dijaga oleh kita anak2 bangsa Indonesia.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-6" title="view of raja ampat" src="http://waldyagastya.files.wordpress.com/2008/12/928420861l.jpg" alt="view of raja ampat" width="300" height="181" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waldyagastya.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waldyagastya.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waldyagastya.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waldyagastya.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/waldyagastya.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/waldyagastya.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/waldyagastya.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/waldyagastya.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waldyagastya.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waldyagastya.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waldyagastya.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waldyagastya.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waldyagastya.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waldyagastya.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waldyagastya.wordpress.com&amp;blog=5804870&amp;post=3&amp;subd=waldyagastya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waldyagastya.wordpress.com/2008/12/10/kepulauan-raja-ampat-papua-barat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10935f4cd9a7a021eae43409157d32ae?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">wagast</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://waldyagastya.files.wordpress.com/2008/12/karta_id_rajaampat_isl.png?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Kepulauan Raja Ampat (Papua Barat)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://waldyagastya.files.wordpress.com/2008/12/928420861l.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">view of raja ampat</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
